Mulai Berlaku 2028, IOC Resmi Larang Atlet Transgender Perempuan Tampil di Kategori Wanita

"IOC resmi melarang atlet transgender perempuan berkompetisi di kategori wanita mulai Olimpiade 2028. Simak alasan keadilan kompetisi dan prosedur tes genetiknya."
IOC resmi melarang atlet transgender perempuan berkompetisi di kategori wanita mulai Olimpiade 2028. Simak alasan keadilan kompetisi dan prosedur tes genetiknya. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, INTERNASIONAL – Komite Olimpiade Internasional (IOC) resmi menetapkan kebijakan baru yang melarang atlet transgender perempuan untuk berkompetisi dalam kategori wanita pada ajang Olimpiade.

Aturan ketat ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada perhelatan Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang.

Keputusan tersebut diambil setelah dewan eksekutif IOC melakukan pemungutan suara terbaru.

Dalam poin aturan tersebut, kategori wanita kini secara khusus diperuntukkan bagi atlet yang terlahir sebagai perempuan secara biologis, yang akan diverifikasi melalui tes genetik setidaknya sekali selama masa karier atlet.

Baca Juga: Pemprov Undang Masyarakat Sambut Kepulangan Veddriq dari Olimpiade Paris 2024

Presiden IOC, Kirsty Coventry, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil demi menjaga integritas dan keadilan kompetisi di sektor olahraga wanita.

“Dalam Olimpiade, selisih kecil bisa menentukan menang atau kalah. Karena itu, tidak adil jika laki-laki biologis bersaing di kategori perempuan,” ujar Kirsty Coventry, dikutip pada Jumat (27/3/2026).

Pihak IOC menjelaskan bahwa dasar kebijakan ini merujuk pada penelitian biologis yang menunjukkan adanya keunggulan fisik laki-laki, termasuk faktor pengaruh hormon testosteron.

Namun, ditekankan bahwa aturan ini tidak berlaku surut dan tidak menyasar olahraga tingkat rekreasi atau amatir.

Kebijakan ini mendapatkan perhatian luas, termasuk dukungan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menilai langkah IOC sebagai upaya konkret dalam memberikan perlindungan bagi atlet perempuan.