Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Tuntutan budaya kerja yang serba cepat dan penuh tekanan kerap membuat banyak orang dewasa mengalami kelelahan mental atau burnout.
Menghadapi kondisi tersebut, tren soft living yang sebelumnya populer di kalangan Generasi Z kini mulai diadopsi secara luas oleh generasi milenial sebagai solusi penyeimbang gaya hidup modern.
Tren ini hadir sebagai perlawanan terhadap budaya gila kerja yang seringkali mengabaikan kesehatan fisik dan mental pekerjanya.
Baca Juga:Â Dulu Membenci, Sekarang Menjadi: Mengapa Squidward Adalah Cerminan Jujur Pekerja Gen Z dan Milenial
Berikut adalah penjelasan mengenai konsep soft living dan bagaimana cara mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mengutamakan Ketenangan Emosional
Konsep soft living pada dasarnya menekankan upaya menjalani hidup dengan lebih ringan dan mengutamakan ketenangan emosional.
Berbeda dengan anggapan sekadar gaya hidup bermalas-malasan, konsep ini justru melatih kemampuan seseorang untuk menjaga ketenangan di tengah situasi yang penuh tuntutan dan tekanan pekerjaan.
Praktik ini menantang pola pikir lama yang menganggap kerja keras tanpa henti adalah satu-satunya jalan menuju kesuksesan finansial maupun karier.












