“Kejadian api itu kami juga tidak tahu penyebabnya dari mana. Tiba-tiba saja sudah ada api, dan semua langsung panik. Saat kejadian, kebanyakan orang berada di luar, meskipun ada juga yang masih di dalam. Posisi api berada di samping bengkel kami,” tuturnya.
Nahasnya, bengkel yang baru ia rintis tersebut masih berstatus sewa.
Akibat amukan si jago merah, seluruh peralatan kerja beserta kendaraan pelanggan hangus terbakar. Wakil memperkirakan kerugian materi yang dialaminya mencapai ratusan juta rupiah.
“Bengkel ini sebenarnya masih sewa. Baru sekitar enam bulan saya mulai usaha di sini, tapi sudah terkena musibah kebakaran. Di bengkel ini, alat-alat kerja habis terbakar, termasuk motor-motor milik pelanggan. Ada sekitar empat unit motor yang sedang diservis, sebagian sudah selesai, tapi belum sempat diambil oleh pemiliknya,” kata Wakil.
“Saat kejadian, saya sempat menyelamatkan satu unit motor. Setelah itu sudah tidak bisa lagi, karena api semakin besar. Jadi yang bisa diselamatkan hanya satu motor saja. Untuk kerugian diperkirakan bisa mencapai lebih dari Rp100 juta, bahkan mungkin sampai Rp200 juta. Saat ini saya sementara tinggal bersama keluarga di sekitar sini, karena bengkel ini juga sekaligus tempat tinggal,” ucapnya menambahkan.
Meski terpukul kehilangan satu-satunya sumber mata pencaharian, Wakil bersyukur tidak ada korban jiwa dari pihak keluarganya.
“Untuk kondisi keluarga, alhamdulillah semuanya dalam keadaan aman. Perasaan saya tentu sangat terpukul. Usaha yang baru dirintis harus habis begitu saja. Ini satu-satunya mata pencaharian saya. Saya berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu kami bangkit kembali. Saat ini saya hanya bekerja serabutan,” pungkasnya.
(FR)
















