3. Batasan Etis pada Modifikasi Genetik
Vatikan memberikan catatan khusus agar prosedur ini dilakukan tanpa modifikasi genetik yang dapat mengubah keanekaragaman hayati secara ekstrem.
Selain itu, penderitaan hewan yang tidak perlu harus dicegah selama proses pengambilan organ.
Aspek kesejahteraan hewan tetap menjadi bagian dari pertimbangan moral Gereja.
4. Perlindungan Terhadap Identitas Pribadi Manusia
Hal yang paling ditekankan adalah larangan keras terhadap transplantasi sel-sel otak hewan yang terkait dengan fungsi kognisi tinggi ke otak manusia.
Hal ini dilakukan guna melindungi identitas pribadi dan hakikat kemanusiaan pasien.
Namun, pengobatan sel ke otak untuk cacat fisiologis, seperti penggunaan sel babi untuk penyakit Parkinson, dianggap dapat dibenarkan secara etis.
Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kepastian moral bagi para dokter dan pasien Katolik di seluruh dunia yang sedang berjuang menghadapi penyakit kronis yang membutuhkan transplantasi organ.
Baca Juga: Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Vatikan Umumkan Duka Dunia
(Mira)














