Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Dunia medis kembali mencatat sejarah baru dengan adanya dukungan dari otoritas keagamaan tertinggi umat Katolik terkait prosedur transplantasi.
Vatikan secara resmi menyatakan bahwa umat Katolik diizinkan untuk menerima donor organ, jaringan, hingga sel yang berasal dari hewan.
Keputusan ini diambil sebagai respons atas kemajuan teknologi medis serta solusi atas krisis kekurangan donor organ manusia yang terjadi secara global.
Dalam dokumen terbaru yang diterbitkan oleh Akademi Kepausan untuk Kehidupan, terdapat beberapa poin penting yang menjadi landasan etis dan medis terkait prosedur yang dikenal dengan istilah xenotransplantasi ini.
Baca Juga: Vatikan Tolak Bergabung Board of Peace Besutan Donald Trump, Tekankan Peran PBB
Berikut adalah poin-poin utama dari kebijakan terbaru Vatikan tersebut:
1. Tidak Ada Hambatan Ritual atau Teologis
Teologi Katolik menegaskan bahwa tidak ada pengecualian berbasis agama atau ritual tertentu dalam penggunaan hewan sebagai sumber transplantasi bagi manusia.
Selama prosedur tersebut bertujuan untuk menyelamatkan nyawa dan tidak ada alternatif donor manusia yang tersedia, Gereja memberikan lampu hijau dari sisi iman.
2. Solusi Atas Kekurangan Donor Global
Saat ini, volume transplantasi organ manusia di seluruh dunia hanya mampu memenuhi sekitar 5% hingga 10% dari total permintaan global.
Penggunaan organ dari hewan dipandang sebagai langkah masuk akal untuk menekan angka kematian pasien yang sedang dalam daftar tunggu panjang mendapatkan donor.














