Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat 27 Maret 2026: Potensi Hujan Ringan dan Waspada Karhutla

Peta sebaran awan dan tabel potensi hujan harian di Provinsi Kalimantan Barat periode 27 Maret hingga 2 April 2026 yang dirilis secara resmi oleh BMKG.
Peta sebaran awan dan tabel potensi hujan harian di Provinsi Kalimantan Barat periode 27 Maret hingga 2 April 2026. (Dok. BMKG Kalbar)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi merilis laporan prakiraan cuaca Kalimantan Barat yang berlaku untuk hari Jumat, (27/3/2026).

Berdasarkan pantauan dinamika atmosfer harian, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah provinsi tersebut diprakirakan secara umum akan cerah berawan sepanjang pagi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat: Mayoritas Hujan Ringan, Pontianak dan Singkawang Berawan

Meski didominasi cuaca cerah, BMKG melaporkan bahwa sejumlah daerah tetap memiliki potensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Potensi turunnya presipitasi hujan tersebut diprediksi akan terjadi secara fluktuatif, dengan konsentrasi curah hujan tertinggi diperkirakan turun pada rentang waktu antara siang hingga sore hari.

Merujuk pada tabel potensi hujan harian resmi yang dilampirkan BMKG, sebagian besar kabupaten dan kota di Kalimantan Barat masuk dalam kategori indikator hijau pada 27 Maret 2026.

Kategori ini menunjukkan potensi hujan ringan dengan intensitas curah hujan berkisar antara 0,5 hingga 20 milimeter per hari.

Daerah tersebut meliputi Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Kayong Utara, Ketapang, Bengkayang, Landak, Melawi, Sambas, Sanggau, dan Sekadau.

Sementara itu, kategori indikator kuning yang menandakan potensi hujan sedang dengan intensitas 20 hingga 50 milimeter per hari diprakirakan akan melanda wilayah Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sintang pada periode waktu yang sama.

Peta proyeksi curah hujan ini dirilis sebagai acuan kewaspadaan bagi masyarakat selama sepekan ke depan.

Di samping merilis prakiraan cuaca Kalimantan Barat, BMKG secara khusus juga memberikan peringatan dini terkait ancaman bencana hidrometeorologi kering.

Pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat luas diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan operasional terhadap potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa titik rawan.