Faktakalbar.id, MEMPAWAH – Tim gabungan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Mempawah Timur bersama Kepolisian Resor (Polres) Mempawah melakukan pengecekan langsung terhadap temuan titik api (hotspot) di wilayah Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, pada Rabu (24/3/2026).
Langkah tanggap ini dilakukan guna memastikan lokasi pasti titik api serta menentukan strategi pemadaman yang tepat di lapangan.
Baca Juga: Karhutla Mempawah Telan Korban Jiwa, Lansia di Desa Galang Meninggal Akibat ISPA
Pengecekan titik api dalam penanganan karhutla di Mempawah Timur ini mulai dilaksanakan pada pukul 09.30 WIB. Petugas menyasar lokasi di Dusun Telayar, Desa Sejegi. Area ini dipilih lantaran menjadi titik akses terdekat menuju kawasan lahan yang dilaporkan mengalami kebakaran.
Jarak tempuh menuju lokasi titik api diperkirakan mencapai sekitar 24 kilometer dari Markas Polsek (Mapolsek) Mempawah Timur. Rombongan kepolisian membutuhkan waktu perjalanan darat kurang lebih selama 55 menit untuk dapat tiba di kawasan tersebut.
Kepala Polsek (Kapolsek) Mempawah Timur, Iptu Imran, memimpin langsung jalannya patroli pengecekan ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan sangat vital untuk memetakan situasi secara presisi.
“Kami turun langsung ke lokasi akses di Telayar untuk memastikan titik api yang terdeteksi. Saat ini petugas fokus melakukan pemadaman di titik karhutla di Jalan Anjungan Dalam, yang berada di perbatasan Kecamatan Mempawah Timur dan Kecamatan Anjongan,” ujar Iptu Imran.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kondisi geografis di lokasi kebakaran terbilang cukup menantang bagi tim gabungan. Wilayah tersebut didominasi oleh hutan semak belukar dengan jenis tanah gambut.
Karakteristik lahan gambut ini dikenal mudah terbakar dan apinya sulit dipadamkan sepenuhnya jika sudah menjalar ke area bawah permukaan tanah. Kondisi alam ini membuat penanganan karhutla di Mempawah Timur membutuhkan tenaga yang ekstra.
















