3. Bukan Minuman, Melainkan Pelengkap Rasa
Secara fungsi, SKM sebenarnya diciptakan sebagai pelengkap atau penambah rasa pada makanan dan minuman, seperti pada martabak atau es buah.
Sifatnya yang padat kalori namun rendah nutrisi esensial membuatnya tidak cocok dikonsumsi sebagai pengganti susu minum harian, terutama bagi balita yang sedang dalam masa pertumbuhan tulang dan otak.
4. Risiko Obesitas dan Gangguan Kesehatan
Konsumsi gula berlebih sejak dini adalah pintu masuk bagi berbagai penyakit degeneratif.
Anak yang rutin mengonsumsi SKM sebagai susu harian memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas, kerusakan gigi, hingga potensi gangguan metabolisme di masa depan.
Orang tua diimbau untuk lebih teliti membaca label nutrisi dan tidak terkecoh oleh label “susu” pada kemasan kental manis.
Pakar juga menyarankan agar orang tua mulai membiasakan penggunaan sendok takar saat menggunakan SKM sebagai pemanis masakan, alih-alih langsung menuangkannya dari kaleng, guna mengontrol asupan gula keluarga.
Baca Juga: 4 Manfaat Kangkung untuk Kesehatan, Sayuran Hijau Murah Kaya Nutrisi
(Mira)
















