Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Masih banyak orang tua di Indonesia yang menganggap Susu Kental Manis (SKM) sebagai asupan nutrisi utama bagi anak.
Padahal, para pakar gizi telah berulang kali memberikan peringatan keras bahwa SKM bukanlah minuman susu harian, melainkan produk pemanis.
Memberikan SKM setiap hari kepada buah hati tanpa takaran yang tepat dapat memicu risiko kesehatan jangka panjang yang serius.
Kandungan gula yang sangat tinggi menjadi alasan utama mengapa produk ini tidak bisa disejajarkan dengan susu segar atau susu Ultra High Temperature (UHT).
Baca Juga: 4 Manfaat Brokoli untuk Kesehatan, Sayuran Hijau Super Kaya Nutrisi
Berikut adalah beberapa fakta penting mengenai bahaya konsumsi SKM secara rutin bagi anak:
1. Kandungan Gula yang Melebihi Batas Normal
Pakar gizi dari IPB University, Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa SKM diproses dengan mengurangi kadar air dan menambahkan gula dalam jumlah masif, yakni sekitar 40% hingga 50%.
Dalam tiga sendok makan SKM saja, sudah terkandung sekitar 15 gram gula.
Jika anak mengonsumsi beberapa gelas sehari, asupan gulanya akan dengan mudah mendekati atau bahkan melewati batas maksimal harian sebesar 50 gram.
2. Protein dan Lemak yang Tidak Memadai
Proses pengolahan SKM membuat komposisi susunya jauh lebih rendah dibandingkan susu murni.
Akibatnya, kandungan protein dan lemak yang dibutuhkan anak untuk masa pertumbuhan menjadi tidak seimbang.
Menjadikan SKM sebagai minuman utama berisiko membuat anak mengalami kekurangan gizi penting meskipun secara fisik terlihat gemuk akibat asupan gula berlebih.
















