Faktakalbar.id, BOYOLALI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadinya peristiwa bencana angin kencang di Boyolali, tepatnya di kawasan permukiman Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Provinsi Jawa Tengah.
Bencana hidrometeorologi basah ini menerjang wilayah permukiman warga pada Kamis (26/3/2026).
Baca Juga: Dari Brebes hingga Maluku, BNPB Rilis Data Terbaru Bencana Banjir di Indonesia
Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim BNPB dalam periode pemantauan harian, insiden cuaca ekstrem ini secara langsung dipicu oleh turunnya hujan dengan intensitas yang sangat tinggi.
Kondisi curah hujan tersebut juga dilaporkan berlangsung dengan durasi yang cukup lama, sehingga memicu pusaran angin yang merusak struktur bangunan di sekitar lokasi kejadian.
Akibat sapuan angin kencang di Boyolali tersebut, tercatat sebanyak lima unit rumah warga mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Kerusakan mayoritas terjadi pada struktur bagian atap rumah yang beterbangan setelah terbawa hembusan angin kencang. Bangunan yang terdampak kerusakan tersebut diketahui menjadi tempat tinggal bagi enam Kepala Keluarga (KK) di wilayah Desa Gedangan.
Menindaklanjuti laporan kejadian ini, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali bersama unsur terkait langsung bergerak cepat menuju lokasi. Petugas melakukan proses asesmen mendalam di lokasi terdampak guna mendata kerugian material serta memastikan keamanan warga. Selain itu, BPBD juga terus berkoordinasi secara intensif dengan jajaran pemerintah kecamatan serta perangkat desa setempat untuk upaya penanganan darurat lanjutan.
Baca Juga: Ribuan Rumah Terendam Banjir di Pasuruan, BNPB Minta Warga Tingkatkan Mitigasi Selama Libur Lebaran
Menyikapi rentetan kejadian bencana hidrometeorologi basah di berbagai wilayah ini, BNPB mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh lapisan masyarakat dan jajaran pemerintah daerah. Masyarakat diminta untuk terus meningkatkan tingkat kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana yang dipicu oleh faktor cuaca ekstrem.
BNPB secara khusus mengarahkan bahwa apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung dalam durasi yang lama, masyarakat diimbau untuk segera melakukan proses evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman. Warga juga dituntut untuk mengenali dan mengetahui rute atau jalur evakuasi di lingkungan tempat tinggalnya guna menekan potensi timbulnya korban.
(*Red)
















