Tolak Dibawa ke Fasilitas Medis Usai Kecelakaan, Seorang Wanita Ditemukan Tewas di Kamar Kos Sekayam

Jenazah seorang wanita yang diduga meninggal akibat cedera kecelakaan tunggal di Sekayam, Selasa (24/3/2026).
Jenazah seorang wanita yang diduga meninggal akibat cedera kecelakaan tunggal di Sekayam, Selasa (24/3/2026). (Dok. Polres Sanggau)

Faktakalbar.id, SANGGAU – Warga Dusun Entinuh, Desa Engkahan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, melaporkan kasus penemuan mayat wanita di Sekayam pada Selasa (24/3/2026) malam.

Korban berinisial D (43) yang merupakan warga Dusun Balai Karangan IV tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah kamar kos setelah sebelumnya dilaporkan mengalami insiden kecelakaan lalu lintas tunggal.

Baca Juga: Viral Isu Penemuan Mayat di SMP Torsina, Polres Sanggau Pastikan Itu Berita Hoaks

Peristiwa ini bermula pada Selasa pagi pukul 09.00 WIB, saat korban meminta bantuan seorang rekannya untuk diantar berbelanja kebutuhan sehari-hari ke Pasar Sabang.

Setelah dari pasar, korban melanjutkan perjalanannya menuju sebuah rumah warga di Dusun Bakai II guna menjalani pengobatan alternatif.

Setelah kurang lebih satu jam menjalani terapi, korban diantar pulang menuju tempat kosnya menggunakan sepeda motor.

Nahas, dalam perjalanan pulang tersebut, korban terjatuh dari sepeda motor dengan posisi duduk menyamping.

Tubuhnya tersungkur ke depan hingga bagian kepalanya membentur aspal jalan dengan sangat keras. Benturan fatal tersebut mengakibatkan luka robek di bagian belakang kepala korban.

Warga sekitar yang menjadi saksi mata kejadian langsung memberikan pertolongan pertama. Mereka sempat membawa korban menggunakan mobil dengan niat untuk melarikan D ke fasilitas kesehatan terdekat.

Namun di tengah perjalanan, korban bersikeras menolak penanganan medis dan meminta warga untuk mengantarnya kembali ke kamar kos di Dusun Entinuh.

Setibanya di lokasi kos sekitar pukul 11.20 WIB, korban dibantu masuk ke dalam kamar, dibaringkan, dan dibiarkan beristirahat tanpa adanya pemantauan medis lanjutan.

Menjelang sore hari pukul 17.30 WIB, pemilik kos bernama Wati sempat memanggil korban namun tidak mendapat jawaban. Upaya serupa kembali dilakukan saat waktu Magrib tiba, namun kamar korban tetap sunyi.