Faktakalbar.id, PASURUAN – Bencana banjir di Pasuruan, Jawa Timur, merendam ribuan rumah warga pada Selasa (24/3/2026) siang akibat tingginya intensitas curah hujan.
Menyikapi rentetan bencana yang terjadi secara beruntun di sejumlah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan mitigasi serta kewaspadaan secara maksimal selama momen libur Idulfitri 2026.
Baca Juga: BNPB Rilis Laporan Terkini Banjir Jatim dan NTT, Genangan Mayoritas Surut Jelang Arus Balik
Peristiwa banjir di Pasuruan mulai menggenangi kawasan permukiman penduduk pada pukul 14.00 WIB.
Laporan Direktorat Koordinator Pengendalian Operasi BNPB menyebutkan bahwa bencana hidrometeorologi basah ini dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari dua jam.
Kondisi ini memicu debit air di sejumlah daerah aliran sungai meluap tak terkendali ke perumahan warga.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan langsung bergerak melakukan kaji cepat pascakejadian. Hasil pendataan operasional mencatat sebanyak 3.273 unit rumah terendam air, yang secara langsung berdampak pada 3.273 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut.
Merespons musibah luapan air ini, BPBD telah mengeksekusi berbagai langkah penanganan darurat. Upaya teknis tersebut mencakup pemantauan titik genangan secara berkala, evakuasi warga terdampak ke lokasi aman, aktivasi fasilitas dapur umum, hingga pendistribusian bantuan logistik pokok.
Berkat penanganan cepat dan meredanya curah hujan, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut secara bertahap.
Melihat tingginya potensi bahaya hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, BNPB mengeluarkan peringatan kewaspadaan secara nasional.
Terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat pada masa libur perayaan Idulfitri, langkah antisipasi dini mutlak diperlukan apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan atau terpantau adanya kenaikan tinggi muka air secara tiba-tiba.
















