Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat: Mayoritas Hujan Ringan, Pontianak dan Singkawang Berawan

Infografis potensi hujan harian di wilayah Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis (26/3/2026).
Infografis potensi hujan harian di wilayah Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis (26/3/2026). (Dok. BMKG Kalbar)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca Kalimantan Barat untuk hari ini, Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis cuaca terkini, kondisi atmosfer di wilayah provinsi ini secara umum diprediksi bervariasi, mulai dari cerah berawan hingga berpotensi turun hujan dengan intensitas ringan di sebagian besar cakupan kabupaten.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat 25 Maret 2026: Cuaca Dominan Berawan dan Hujan dengan Intensitas Ringan

Berdasarkan data tabulasi potensi hujan harian yang diterbitkan oleh BMKG, terdapat dua wilayah administratif kota yang diprakirakan terbebas dari guyuran hujan pada hari ini.

Kedua wilayah tersebut adalah Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Cuaca di kedua kawasan perkotaan ini diprediksi akan didominasi oleh kondisi berawan hingga cerah berawan sepanjang hari. Masyarakat yang hendak beraktivitas di luar ruangan di wilayah ini dapat menjalankan rutinitasnya tanpa kekhawatiran terkendala oleh curah hujan.

Berbeda dengan kondisi di Pontianak dan Singkawang, sebanyak 12 kabupaten lainnya di daratan Kalimantan Barat diprakirakan akan mengalami hujan dengan intensitas ringan (0,5 hingga 20 milimeter per hari).

Wilayah kabupaten tersebut meliputi Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang. Kendati intensitasnya terpantau ringan, warga di belasan wilayah tersebut tetap diimbau untuk sedia payung maupun jas hujan sebelum beraktivitas di luar rumah.

Di samping memetakan potensi curah hujan, pihak BMKG secara khusus juga mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat dan instansi terkait diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemudahan terjadinya titik api, terutama di area yang minim curah hujan dan terpantau cerah berawan. Kondisi permukaan tanah dan vegetasi yang mengering dapat dengan mudah memicu perambatan api yang luas jika terjadi aktivitas pembakaran lahan terbuka.