Nasional  

Pemerintah Kebut Penanganan Pascabencana di Sumatera, Siapkan 36.000 Hunian Tetap

Kepala BNPB Suharyanto bersama Mendagri Tito Karnavian dan Kepala KSP Muhammad Qodari saat memberikan keterangan pers terkait percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera, Rabu (25/3/2026).
Kepala BNPB Suharyanto bersama Mendagri Tito Karnavian dan Kepala KSP Muhammad Qodari saat memberikan keterangan pers terkait percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera, Rabu (25/3/2026). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Pemerintah pusat secara resmi menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan pascabencana di Sumatera, dengan prioritas utama di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Langkah percepatan ini dilakukan melalui penguatan koordinasi taktis lintas kementerian, lembaga, serta jajaran pemerintah daerah.

Baca Juga: Kepala BNPB Pastikan Korban Bencana Tempati Huntara di Gayo Lues Sebelum Lebaran

Komitmen tersebut disampaikan secara langsung dalam konferensi pers bersama antara Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari.

Keterangan pers ini digelar di Situation Room Bina Graha pada Rabu (25/3/2026) pukul 10.00 WIB.

Dalam laporannya, Kepala BNPB Suharyanto memaparkan bahwa tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak di Pulau Sumatera terus berjalan sesuai rencana awal. Fokus utama penanganan darurat saat ini meliputi percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, perbaikan infrastruktur dasar, serta pemulihan layanan pendidikan, kesehatan, dan perputaran ekonomi warga.

Suharyanto memastikan distribusi bantuan logistik, dukungan operasional lapangan, distribusi dana tunggu hunian, hingga pendampingan teknis kepada pemerintah daerah terus dieksekusi secara masif. Target paling krusial pemerintah adalah penyediaan tempat tinggal permanen yang layak dan tangguh bencana.