Faktakalbar.id, SINTANG — Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel, memberikan penjelasan terkait karakteristik aktivitas seismik yang sempat mengguncang wilayah Sintang Kalimantan Barat akibat pergerakan Sesar Adang.
Meskipun kejadian tersebut telah berlalu, dampak getarannya masih menjadi catatan penting dalam pemetaan risiko bencana di daerah.
Daniel mengonfirmasi bahwa terdapat perbedaan antara letak administratif dampak gempa dengan pusat koordinat kejadian di lapangan.
“Sebenarnya belum terjadi gempa susulan. Yang terjadi adalah gempa secara administrasi wilayah itu berada di Kabupaten Sintang, di Kecamatan Kayan Hilir, tetapi kalau dilihat dari titik koordinat berada di wilayah Melawi,” ujar Daniel saat memberikan keterangan, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga: Guncangan Sesar Adang di Sintang, Gempa Tektonik M3,2 Terjadi di Kedalaman Dangkal
Kekuatan getaran yang dirasakan warga di Kecamatan Kayan Hilir kala itu dipicu oleh kedalaman pusat gempa yang tergolong sangat dangkal.
Hal inilah yang menyebabkan struktur bangunan rumah warga mengalami kerusakan fisik meski kekuatan magnitudonya tidak tergolong masif.















