Baca Juga: Ribuan Rumah Terendam Banjir di Pasuruan, BNPB Minta Warga Tingkatkan Mitigasi Selama Libur Lebaran
Salah satu kejadian menonjol terjadi di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu (25/3/2026) pukul 22.00 WIB. Luapan air merendam enam desa di wilayah Kecamatan Ketanggungan, yakni Desa Karangmalang, Ketanggungan, Cikeusal Lor, Padasugihan, Dukuhturi, dan Buara.
Peristiwa ini dipicu oleh hujan intensitas sedang hingga tinggi yang mengakibatkan sistem drainase kelebihan kapasitas serta meluapnya aliran Sungai Babakan. Ketinggian muka air yang mencapai 20 hingga 100 sentimeter tersebut merendam 568 unit rumah warga. Akibatnya, 34 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan fasilitas kesehatan terdekat di Desa Karangmalang. Derasnya arus juga menyebabkan infrastruktur jembatan penyeberangan mengalami penurunan sehingga memutus akses utama menuju Desa Buara, serta menghanyutkan 13 ekor hewan ternak warga.
Selain di Pulau Jawa, bencana banjir di Indonesia juga menghantam Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, pada Rabu (25/3/2026) pukul 10.22 WIT. Hujan lebat berdurasi lebih dari empat jam memicu jebolnya tanggul darurat di Dusun Air Pessy, Desa Piru. Kondisi tersebut diperparah dengan meluapnya Telaga Namaola yang merendam 177 unit rumah dan berdampak langsung pada 541 jiwa penduduk setempat. Hingga saat ini, BPBD bersama Dinas PUPR setempat masih terus berkoordinasi untuk menangani kerusakan infrastruktur tanggul.
Sementara itu, BNPB juga melakukan pengkinian data terhadap musibah banjir di wilayah Jawa Timur. Di Kabupaten Pasuruan, luapan air yang sebelumnya merendam 6.851 rumah dan berdampak pada 21.553 jiwa dilaporkan telah berangsur surut, sehingga warga dapat mulai membersihkan sisa material lumpur.
Berbeda dengan Pasuruan, proses penyedotan air masih harus dilakukan oleh petugas di Kabupaten Mojokerto. Di wilayah ini, genangan air merendam 146 rumah dan berdampak pada 300 jiwa, di mana 275 warga di antaranya masih bertahan di tempat pengungsian.
Menyikapi rentetan kejadian tersebut, tim BNPB bersama BPBD terus mengupayakan penanganan darurat mulai dari proses evakuasi, pendataan warga, hingga pemenuhan kebutuhan logistik dasar. Masyarakat di seluruh daerah rawan diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di masa pergantian musim.
(*Red)
















