Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Fenomena El Nino yang diprediksi bertahan hingga pertengahan 2026 menjadi tantangan serius bagi masyarakat di Kalimantan Barat.
Cuaca ekstrem yang memicu kemarau panjang ini tidak hanya berdampak pada kenaikan suhu udara, tetapi juga mengancam stabilitas pasokan makanan akibat potensi gagal panen.
Menjaga ketahanan pangan keluarga menjadi langkah krusial agar kita tetap tangguh menghadapi lonjakan harga bahan pokok di pasar.
Kemandirian pangan di tingkat rumah tangga adalah kunci utama dalam memitigasi dampak buruk anomali cuaca ini.
Baca Juga: El Nino Bertahan Hingga Pertengahan 2026, BPBD Kalbar Dorong Penguatan Cadangan Pangan
Berikut adalah 6 tips menjaga ketahanan pangan keluarga saat El Nino tiba:
1. Mulai Melakukan Budidaya Tanaman Pekarangan
Memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah untuk menanam sayuran adalah langkah paling efektif.
Gunakan metode tabulampot (tanaman buah dalam pot) atau hidroponik untuk sayuran seperti cabai, tomat, dan sawi.
Dengan memproduksi sendiri kebutuhan dapur, ketergantungan Anda terhadap fluktuasi harga sayuran di pasar dapat berkurang secara signifikan.
2. Diversifikasi Pangan Lokal Non-Beras
Jangan hanya bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat utama.
Mulailah mengonsumsi pangan lokal lainnya seperti ubi kayu, talas, atau jagung yang relatif lebih tahan terhadap kondisi kering.
Diversifikasi ini tidak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga menjaga ketahanan perut jika distribusi beras terganggu akibat kendala panen nasional.
3. Mengatur Stok Bahan Pangan Secara Bijak
Lakukan manajemen stok bahan pangan kering yang memiliki daya simpan lama seperti kacang-kacangan, ikan asin, atau bumbu dapur yang dikeringkan.
Hindari perilaku panic buying atau aksi borong yang justru memicu kelangkaan di pasar.
Belilah kebutuhan secukupnya namun rutin untuk memastikan ketersediaan pangan di rumah tetap aman.
















