Faktakalbar.id, MAJALENGKA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rentetan kejadian bencana alam akibat cuaca ekstrem di Brebes dan Majalengka pada Senin (23/3/2026) malam.
Peristiwa hidrometeorologi basah berupa sapuan angin kencang dan tanah longsor tersebut mengakibatkan belasan bangunan mengalami kerusakan serta sejumlah infrastruktur jalan penghubung desa terputus total.
Baca Juga: BNPB Rilis Laporan Terkini Banjir Jatim dan NTT, Genangan Mayoritas Surut Jelang Arus Balik
Berdasarkan data operasional yang dihimpun oleh Direktorat Koordinator Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) BNPB hingga Rabu (25/3/2026) pukul 07.00 WIB, dampak cuaca ekstrem di Brebes dan Majalengka menjadi salah satu sorotan utama penanganan darurat di Pulau Jawa.
Di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, sapuan angin kencang terpantau menerjang permukiman di Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari pada pukul 21.30 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes yang segera turun ke lokasi mencatat sedikitnya 10 unit rumah warga dan tujuh unit tempat usaha mengalami kerusakan ringan akibat terjangan angin tersebut. Menindaklanjuti kerusakan yang ada, personel BPBD bersama relawan dan warga setempat langsung menggelar kerja bakti pada Selasa (24/3/2026) guna membersihkan material bangunan yang berserakan.
Pada rentang waktu yang hampir bersamaan, bencana hidrometeorologi basah juga menghantam wilayah Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Kejadian pada Senin pukul 21.00 WIB tersebut murni dipicu oleh guyuran hujan lebat berdurasi panjang yang menimpa kawasan dengan kontur tanah labil, sehingga memicu pergerakan tanah.
Berdasarkan laporan resmi, bencana di wilayah Majalengka ini berdampak pada 11 desa yang tersebar di Kecamatan Lemahsugih, Malausma, dan Bantarujeg. BPBD setempat mendata sebanyak tujuh Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung. Secara fisik, empat unit rumah mengalami kerusakan ringan dan tiga unit rumah lainnya turut terdampak material.
















