Faktakalbar.id, SANGGAU – Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, secara resmi melantik jajaran pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Sanggau untuk masa bakti periode 2026–2031.
Prosesi pelantikan yang turut didampingi secara langsung oleh Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, ini diselenggarakan di Aula Daranante, kompleks Kantor Bupati Sanggau, pada Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: Bunda PAUD Pontianak Ajak Orang Tua Daftarkan Anak ke PAUD Sebelum Masuk SD
Dalam agenda kedinasan tersebut, pimpinan daerah menaruh harapan besar terhadap kepengurusan yang baru.
Bupati Yohanes Ontot secara khusus menekankan betapa pentingnya peran dan fungsi strategis dari Pokja Bunda PAUD Sanggau dalam upaya memperkuat ekosistem layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayahnya.
Ia menginstruksikan agar layanan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak tidak lagi berjalan secara parsial, melainkan harus dilaksanakan secara holistik dan terintegrasi dengan berbagai sektor pendukung lainnya di pemerintahan daerah.
Lebih lanjut, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sanggau tersebut mendorong agar seluruh anggota kelompok kerja yang baru saja dilantik dapat langsung bergerak cepat merumuskan kebijakan.
Mereka diinstruksikan untuk segera menyusun program kerja rancangan daerah yang mampu meningkatkan kualitas layanan PAUD secara utuh dan menyeluruh. Yohanes Ontot menegaskan bahwa fokus program tidak boleh hanya terpaku pada aspek pedagogik atau pendidikan semata.
Rencana kerja yang digagas juga wajib mencakup aspek krusial pendukung lainnya, seperti pemantauan kesehatan dasar, pemenuhan kelayakan gizi anak, pola pengasuhan yang tepat, serta jaminan perlindungan bagi anak usia dini.
“Saya berharap Pokja Bunda PAUD dapat menjadi figur pelindung sekaligus penggerak partisipasi masyarakat agar semakin peduli terhadap pentingnya pendidikan anak sejak usia dini,” harap Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, di hadapan para pengurus yang baru dilantik.
Menurutnya, setelah seremonial pelantikan selesai, seluruh anggota kelompok kerja memiliki tanggung jawab nyata yang harus segera direalisasikan.
Mereka dituntut untuk meningkatkan kualitas kinerja di lapangan serta menjalankan seluruh tanggung jawab organisasi dengan baik demi kepentingan dan kemajuan masyarakat di wilayah binaan masing-masing.
















