OpenAI Resmi Tutup Aplikasi Sora, Disney Batalkan Investasi 1 Miliar Dolar AS

Chatbot kecerdasan buatan (AI) ChatGPT besutan OpenAI kini telah berusia tiga tahun.
Ilustrasi OpenAI. (Dok. Levart_Photographer/Unsplash)

“Kami menghargai kolaborasi konstruktif antara tim kami dan apa yang kami pelajari darinya, dan kami akan terus terlibat dengan platform AI untuk menemukan cara baru untuk bertemu penggemar di tempat mereka berada sambil secara bertanggung jawab merangkul teknologi baru yang menghormati IP dan hak-hak para pencipta,” ujar perwakilan Disney dalam pernyataan resminya.

Perjalanan aplikasi Sora OpenAI memang tidak lepas dari kontroversi perlindungan hak cipta. Pada akhir September 2025, perusahaan memicu keriuhan saat menjanjikan video AI realistis melalui Sora 2.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan pekerja seni Hollywood terkait model opt-out yang mengharuskan pemilik kekayaan intelektual (IP) secara proaktif mendaftarkan karya mereka agar dikecualikan dari sistem pelatihan AI.

Baca Juga: OpenAI Mulai Uji Coba Iklan di Layanan ChatGPT

Puncaknya, pada November 2025, grup perdagangan konten Jepang CODA yang beranggotakan Studio Ghibli melayangkan surat tuntutan agar OpenAI berhenti menggunakan konten mereka untuk melatih sistem.

Sebagai rekam jejak, OpenAI pertama kali mengenalkan Sora pada Februari 2024 sebagai layanan pratinjau model teks-ke-video. Versi pertamanya dirilis pada Desember 2024, disusul peluncuran aplikasi mandiri pada September 2025. Dengan penutupan permanen ini, layanan ChatGPT juga dipastikan tidak akan lagi memiliki fitur untuk menghasilkan video berdasarkan petunjuk teks.

(*Red)