OpenAI Resmi Tutup Aplikasi Sora, Disney Batalkan Investasi 1 Miliar Dolar AS

Chatbot kecerdasan buatan (AI) ChatGPT besutan OpenAI kini telah berusia tiga tahun.
Ilustrasi OpenAI. (Dok. Levart_Photographer/Unsplash)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Perusahaan teknologi OpenAI secara resmi mengumumkan penghentian operasional aplikasi Sora OpenAI, layanan pembuatan video berbasis kecerdasan artifisial (AI) generatif miliknya.

Keputusan untuk menyetop aplikasi yang baru dirilis secara mandiri pada tahun lalu tersebut dilakukan tanpa mengungkap alasan spesifik di baliknya, sebagaimana dilaporkan oleh Variety pada Selasa (24/3/2026) waktu setempat.

Baca Juga: Kepala Tim Robotika OpenAI Mundur Imbas Kesepakatan Kontroversial dengan Pentagon

“Kami mengucapkan selamat tinggal kepada Sora. Kepada semua orang yang berkarya bersama Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya: terima kasih,” demikian pernyataan resmi tim pengembang melalui sebuah unggahan di platform media sosial X.

Mereka juga menambahkan, “Kami akan segera membagikan lebih banyak, termasuk jadwal untuk aplikasi dan API serta detail tentang cara menyimpan karya pengguna”. Pihak OpenAI sejauh ini menolak menanggapi permintaan media terkait informasi tambahan atas keputusan tersebut.

Pengumuman penutupan aplikasi Sora OpenAI ini muncul hanya berselang tiga bulan setelah raksasa hiburan Disney menandatangani kesepakatan terobosan dengan OpenAI. Berdasarkan perjanjian lisensi berdurasi tiga tahun tersebut, Sora sedianya dirancang agar mampu menghasilkan video dari lebih dari 200 karakter bertema Disney, Marvel, Pixar, dan Star Wars sesuai permintaan pengguna pada awal tahun 2026.

Namun, Disney akhirnya memilih untuk mengakhiri kemitraan strategisnya. Keputusan ini sekaligus membatalkan rencana Disney untuk mengambil bagian saham senilai 1 miliar dolar AS di perusahaan AI yang dipimpin oleh CEO Sam Altman tersebut. Raksasa media itu menyatakan menghargai langkah OpenAI untuk tidak lagi membuat video menggunakan AI dan mengalihkan kemampuannya ke prioritas lain.