“Patroli gabungan ini adalah bentuk nyata penguatan pengawasan di wilayah perbatasan, khususnya pasca Idulfitri di mana potensi peningkatan lalu lintas komoditas cukup signifikan. Kami memastikan tidak ada ruang bagi masuknya komoditas ilegal yang berisiko membawa ancaman terhadap keamanan hayati Indonesia,” tegas Swiet Sinay.
Ia menambahkan bahwa pengawasan kini tidak lagi hanya berfokus pada pintu resmi PLBN, melainkan diperluas secara agresif hingga ke jalur-jalur tidak resmi yang selama ini menjadi titik rawan pelanggaran.
Melalui operasi gabungan yang masif dan berkelanjutan ini, Karantina bersama Satgas Pamtas mempertegas peran strategis sebagai benteng perlindungan sumber daya alam sekaligus mempersempit ruang gerak aktivitas ilegal di kawasan perbatasan Entikong.
(FR)
















