Faktakalbar.id, PONTIANAK — Sebanyak tiga insiden kecelakaan di wilayah perairan mewarnai jalannya arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Kalimantan Barat.
Rentetan peristiwa tersebut menjadi perhatian serius bagi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak untuk memperketat pengawasan dan imbauan keselamatan bagi para pemudik, Selasa (24/3/2026).
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi seluruh masyarakat, baik yang menggunakan jalur darat maupun perairan.
“Dalam rangka mendukung keselamatan perjalanan masyarakat selama arus mudik, kami menghimbau kepada seluruh pemudik agar selalu waspada dan mengutamakan keselamatan,” ujar I Made Junetra.
Baca Juga: Tidak Mudik? Jangan Sedih! Ini 5 Ide Hal Seru yang Bisa Kamu Lakukan di Kost
Khusus bagi pengguna transportasi air, pihak SAR menekankan kewajiban penggunaan alat keselamatan seperti pelampung (life jacket) serta larangan keras mengangkut penumpang melebihi kapasitas kapal.
Pemudik juga diminta untuk selalu mengikuti arahan dari petugas pelabuhan guna menghindari risiko fatal di tengah perjalanan.
Selain faktor teknis kendaraan, kondisi fisik pengemudi juga menjadi sorotan. Pemudik disarankan untuk beristirahat setiap 2 hingga 3 jam perjalanan dan tidak memaksakan diri jika merasa lelah atau mengantuk.
















