“Tahun ini menjadi momen yang istimewa karena bertepatan dengan bulan Syawal 1447 Hijriyah dan masih dalam suasana lebaran,” ujar Edi.
Ia menambahkan bahwa peristiwa ini merupakan ciri khas yang tidak ditemukan di daerah lain, sehingga peringatannya akan terus dilaksanakan secara rutin setiap bulan Maret dan September.
“Peristiwa ini menjadi ciri khas Kota Pontianak dan tidak ditemukan di daerah lain. Oleh karena itu, peringatannya akan terus dilaksanakan secara berulang setiap tahunnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Peluncuran Gerakan Wisata Bersih dan Jelajah Rimba Kalbar Libatkan Pemuda di Tugu Khatulistiwa
(Mira)
















