Operasi SAR di Perairan Kuala Pembuang, 1 ABK Selamat dan 1 Masih Hilang

Petugas gabungan dari Pos TNI AL Kuala Pembuang, Satpolairud, dan instansi terkait berkoordinasi di dermaga untuk persiapan operasi SAR korban laka laut. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Petugas gabungan dari Pos TNI AL Kuala Pembuang, Satpolairud, dan instansi terkait berkoordinasi di dermaga untuk persiapan operasi SAR korban laka laut. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, SERUYAN – Komando Daerah Angkatan Laut XII (Kodaeral XII) melalui Pos TNI AL Kuala Pembuang bersama tim SAR gabungan tengah melakukan operasi pencarian terhadap satu anak buah kapal (ABK) KM Triton 28 yang jatuh ke laut (man overboard) di perairan Muara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Senin (23/3/2026).

Baca Juga: Regenerasi Kepemimpinan, Dankodaeral XII Pimpin Sertijab Asrena dan Asintel

Dalam perkembangan awal operasi, satu korban bernama Ashari (35) berhasil ditemukan oleh nelayan setempat dalam kondisi lemas namun sadar pada Senin dini hari.

Korban telah dievakuasi ke daratan dan langsung mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara itu, satu korban lainnya atas nama Irfan Saputra (24) masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Peristiwa nahas ini dilaporkan terjadi pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Nakhoda KM Triton 28, Warto, menyadari dua orang ABK-nya diduga terjatuh ke laut saat kapal hendak bertolak dari area labuh.

Pihak kapal sempat melakukan pencarian mandiri selama kurang lebih enam jam sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Pos TNI AL Kuala Pembuang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Posal Kuala Pembuang langsung berkoordinasi dan menggelar apel kesiapsiagaan SAR gabungan yang melibatkan unsur dari Basarnas Sampit, Satpolairud, BPBD Kabupaten Seruyan, serta masyarakat nelayan setempat.

Baca Juga: 3 Hari Pencarian, TNI AL Temukan Korban Tenggelam di Perairan Ketapang

Namun, pelaksanaan operasi SAR pada hari pertama belum dapat berjalan maksimal akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung dan direncanakan berlanjut pada hari berikutnya.

Pihak Kodaeral XII menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan instansi terkait dalam pelaksanaan operasi SAR ini.

Langkah ini dilakukan guna mempercepat proses pencarian korban sekaligus memastikan keselamatan pelayaran dan keamanan di wilayah perairan setempat tetap terjaga.

(FR)