Lifestyle  

Jangan Keliru, Begini Cara Simpan Sisa Makanan Lebaran

Memasukkan makanan ke kulkas saja tidak cukup. Simak panduan lengkap cara simpan sisa lauk Lebaran bersantan agar tahan hingga berbulan-bulan tanpa basi. (Dok. Ist)
Memasukkan makanan ke kulkas saja tidak cukup. Simak panduan lengkap cara simpan sisa lauk Lebaran bersantan agar tahan hingga berbulan-bulan tanpa basi. (Dok. Ist)

Faktakalbar. id, LIFESTYLE – Hari ketiga perayaan Idulfitri selalu menyisakan tumpukan lauk pauk di meja makan keluarga. Kebanyakan orang merasa cukup hanya dengan memasukkan sisa rendang atau opor ayam ke dalam kulkas agar tidak basi.

Padahal, penanganan yang keliru justru memicu perkembangbiakan bakteri patogen yang menyebabkan keracunan makanan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia secara rutin menyosialisasikan pedoman Lima Kunci Keamanan Pangan dari World Health Organization (WHO).

Baca Juga: Awas Kolesterol Naik Usai Lebaran, Begini Cara Turunkannya

Pedoman resmi ini mengingatkan masyarakat bahwa hidangan bersantan memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kerusakan.

Anda perlu mempraktikkan cara simpan sisa lauk Lebaran menggunakan teknik yang lebih spesifik agar kualitas gizi maupun cita rasanya tidak hancur.

Atur Suhu dan Batas Waktu

Langkah krusial pertama bermula sesaat setelah keluarga selesai bersantap. Dokumen standar WHO menetapkan aturan tegas agar Anda tidak membiarkan masakan matang berada di suhu ruang lebih dari dua jam.

Bakteri pembusuk berkembang biak sangat cepat pada rentang suhu berbahaya, yakni antara lima hingga enam puluh derajat Celsius.

Anda juga pantang memasukkan makanan panas langsung ke dalam lemari es. Suhu panas dari makanan justru menaikkan temperatur kulkas dan merusak kualitas bahan makanan lain di dalamnya.

Anda harus mendinginkan lauk terlebih dahulu dengan memindahkan makanan ke wadah yang lebih dangkal agar uap panasnya cepat menguap, lalu segera memasukkannya ke kulkas.

Terapkan Teknik Penyimpanan Per Porsi

Kesalahan paling umum masyarakat adalah menyimpan seluruh sisa lauk dalam satu wadah besar.

Anda perlu mengubah kebiasaan ini dengan membagi makanan ke dalam beberapa wadah kecil berpenutup rapat yang muat untuk satu kali porsi makan keluarga.

Teknik pembagian porsi ini mencegah Anda memanaskan makanan yang sama secara berulang-ulang.

Anda cukup mengambil satu wadah kecil saat ingin makan, sementara sisa lauk lainnya tetap aman beristirahat di dalam suhu dingin.