4. Respons Terhadap Rasa Sakit Fisik
Rasa nyeri yang konstan akibat kram perut atau dysmenorrhea menguras ketahanan mental seseorang.
Secara psikologis, berada dalam kondisi menahan sakit dalam durasi yang lama akan membuat pikiran menjadi tegang.
Dalam kondisi tubuh yang sedang “berperang” melawan rasa sakit, kemampuan otak untuk memproses kesabaran dan empati cenderung menurun, sehingga reaksi marah menjadi semacam mekanisme pertahanan diri dari rasa tidak nyaman tersebut.
5. Pengaruh Perubahan Metabolisme
Saat siklus menstruasi berlangsung, metabolisme tubuh juga mengalami perubahan, termasuk fluktuasi gula darah. Hal ini sering memicu keinginan makan yang spesifik atau craving.
Jika kebutuhan nutrisi atau keinginan ini tidak terpenuhi, ditambah dengan kondisi perut yang kembung (bloating), maka ketidaknyamanan fisik ini akan terakumulasi menjadi kekesalan emosional yang sulit dibendung.
Baca Juga: Jangan Anggap Remeh! Ini Bahaya Membiarkan Anemia Saat Datang Bulan
(Mira)
















