Faktakalbar.id, NASIONAL — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terbaru mengenai rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam periode pemantauan 22 hingga 23 Maret 2026.
Banjir dan tanah longsor dilaporkan merusak ribuan rumah serta memutus akses infrastruktur vital di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di Kota Pasuruan, Jawa Timur, banjir merendam permukiman warga di Kecamatan Gadingrejo akibat luapan Sungai Welang yang diperparah fenomena pasang air laut.
Sebanyak 100 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Karangketug, Desa Rujak Gadung, dan Desa Karang Asem terdampak genangan air setinggi 5 hingga 40 cm.
Baca Juga: Banjir Rendam Ratusan Rumah di Bima dan Magetan, BNPB Beri Peringatan Cuaca Ekstrem Saat Idulfitri
Kondisi lebih parah terjadi di Kabupaten Sikka, NTT. Hujan intensitas tinggi memicu luapan Sungai Lowo Regi yang mengakibatkan akses jalan antar-desa terputus total. Berdasarkan data terkini, sebanyak 2.922 rumah warga di 10 desa terdampak, dengan rincian satu unit rusak berat dan tiga rusak ringan.
“Warga terpaksa menyeberangi arus banjir dengan berjalan kaki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang berisiko bagi keselamatan,” tulis laporan BNPB mengenai situasi di Sikka, Senin (23/3).
Selain pemukiman, banjir di Sikka merusak 15 hektare lahan persawahan, memutus pipa distribusi air bersih, serta merusak bangunan penangkap air.
BPBD Kabupaten Sikka melaporkan kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan sembako, terpal, air bersih, hingga perbaikan darurat akses crossway.
Sementara itu, penanganan longsor di Kecamatan Tanawawo, Sikka, yang terjadi sejak awal Maret hingga kini masih terus berlangsung.
Material longsor dan pohon tumbang menimbun badan jalan yang menghubungkan Desa Poma dan Desa Napugera.
















