4. Garis Khatulistiwa yang Terus Bergeser
Fakta menarik yang jarang disadari adalah posisi garis khatulistiwa yang sebenarnya tidak statis secara absolut.
Berdasarkan pengukuran para ahli astronomi, titik nol derajat ini mengalami pergeseran perlahan setiap tahunnya akibat pergerakan kerak bumi dan rotasi.
Itulah sebabnya posisi “garis imajiner” di dalam bangunan Tugu Khatulistiwa lama dan posisi astronomis saat ini memiliki sedikit perbedaan jarak.
5. Pengaruh pada Berat Badan Secara Teoritis
Secara ilmiah, saat berada tepat di garis khatulistiwa, seseorang akan mengalami sedikit pengurangan berat badan dibandingkan saat berada di kutub.
Hal ini disebabkan oleh dua faktor: jarak ke pusat bumi yang lebih jauh karena bumi yang sedikit menggembung di bagian tengah, serta gaya sentrifugal akibat rotasi bumi yang paling kuat di khatulistiwa.
Meski pengurangannya sangat kecil dan tidak terasa secara kasat mata, ini adalah fakta fisika yang sangat unik.
Baca Juga: Open House Wali Kota Pontianak Jadi Ajang Perkuat Silaturahmi dengan Warga
(Mira)
















