“Kalau fasilitas listrik diserang, maka fasilitas energi lainnya di kawasan Teluk dapat hancur permanen, ini bahaya sekali,” tegas Baqer.
Sebagai langkah antisipasi, IEA telah melepas 400 juta barel minyak ke pasar pada pertengahan Maret lalu untuk menekan lonjakan harga. Birol menyebut Asia sebagai wilayah yang paling rentan terdampak pertama jika jalur Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.
Baca Juga: Malam Takbiran Berlangsung Meriah, 50 Kendaraan Hias Ikuti Pawai Takbir di Sanggau
(Mira)
















