Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda merasakan perih yang luar biasa saat sedang asyik menyantap hidangan favorit, hanya karena ada luka kecil di dalam mulut? Luka kecil berwarna putih atau kekuningan ini dikenal dengan sebutan sariawan.
Meskipun ukurannya sering kali tidak lebih besar dari butiran beras, kehadirannya bisa merusak suasana makan bahkan membuat seseorang malas berbicara.
Sariawan bukanlah penyakit menular, melainkan bentuk peradangan pada lapisan kulit di dalam mulut.
Banyak yang mengira sariawan hanyalah tanda kurang vitamin C atau panas dalam, padahal pemicunya bisa datang dari berbagai faktor yang sering kita abaikan dalam keseharian.
Baca Juga: Sariawan Tak Kunjung Sembuh? Coba Rutin Konsumsi 5 Buah Pereda Nyeri Ini
Berikut adalah beberapa penyebab sariawan yang perlu Anda ketahui:
1. Cedera atau Trauma Mekanis
Penyebab paling umum dari sariawan adalah cedera fisik pada jaringan lunak di dalam mulut.
Hal ini bisa terjadi karena tidak sengaja menggigit lidah atau pipi bagian dalam saat makan, menyikat gigi terlalu keras, hingga penggunaan kawat gigi (braces) yang tidak pas.
Luka kecil akibat trauma ini kemudian meradang dan berkembang menjadi sariawan yang perih.
2. Kekurangan Nutrisi Tertentu
Tubuh yang kekurangan asupan nutrisi penting seperti vitamin B12, zat besi, asam folat, dan seng (zinc) lebih rentan mengalami sariawan.
Nutrisi-nutrisi tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan jaringan mukosa mulut.
Ketika asupannya rendah, daya tahan lapisan mulut menurun sehingga luka kecil lebih mudah terbentuk dan sulit sembuh.
3. Perubahan Hormon dan Stres
Bagi sebagian orang, sariawan sering muncul saat kondisi psikologis sedang tertekan atau stres.
Stres memicu pelepasan hormon kortisol yang dapat menurunkan sistem imun tubuh.
Selain itu, pada wanita, perubahan hormon selama siklus menstruasi atau kehamilan juga sering kali disertai dengan munculnya sariawan akibat sensitivitas jaringan mulut yang meningkat.
















