Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Masalah ketombe sering kali menjadi penghalang bagi seseorang untuk tampil percaya diri, terutama saat mengenakan pakaian berwarna gelap.
Serpihan putih yang jatuh ke bahu ini bukan sekadar masalah estetika, melainkan sinyal bahwa ada kondisi tertentu yang terjadi pada kulit kepala Anda.
Banyak yang mengira ketombe hanya disebabkan oleh kurang menjaga kebersihan rambut, padahal faktor pemicunya jauh lebih kompleks.
Memahami akar permasalahan adalah langkah pertama yang paling efektif untuk mengatasinya secara tuntas.
Baca Juga: 4 Cara Efektif Menghilangkan Ketombe Membandel di Kulit Kepala
Dengan mengenali dari mana asal serpihan tersebut, Anda dapat memilih perawatan yang lebih tepat dan efisien.
Berikut adalah 5 sumber ketombe yang sebenarnya perlu Anda ketahui:
1. Jamur Malassezia
Sumber utama ketombe bagi sebagian besar orang adalah mikroorganisme sejenis jamur yang disebut Malassezia.
Jamur ini secara alami hidup di kulit kepala dan mengonsumsi minyak (sebum) yang dihasilkan oleh folikel rambut.
Namun, pada beberapa individu, jamur ini tumbuh secara berlebihan dan menyebabkan iritasi.
Kondisi ini memicu kulit kepala untuk memproduksi sel kulit baru lebih cepat, yang kemudian mati dan mengelupas menjadi ketombe.
2. Kulit Kepala Berminyak (Seborrheic Dermatitis)
Kulit kepala yang terlalu berminyak sering kali menjadi sarang empuk bagi ketombe.
Kondisi medis yang dikenal sebagai seborrheic dermatitis ditandai dengan kulit yang merah, berminyak, dan dilapisi serpihan putih atau kuning yang lengket.
Minyak berlebih ini tidak hanya menyumbat pori-pori kulit kepala tetapi juga menjadi nutrisi tambahan bagi pertumbuhan jamur penyebab iritasi.
3. Kulit Kepala Kering
Berbanding terbalik dengan kondisi berminyak, kulit kepala yang terlalu kering juga bisa menjadi sumber ketombe.
Biasanya, serpihan dari kulit kering cenderung lebih kecil, berwarna putih bersih, dan tidak terasa berminyak saat disentuh.
Kondisi ini sering dipicu oleh cuaca dingin, penggunaan alat pemanas rambut yang berlebihan, atau dehidrasi pada kulit kepala yang membuat lapisan kulit terluar mudah terlepas.
















