“Ya kami biasanya saling memaafkan ya, saling berkumpul bersama, dan yang ga kalah istimewa juga di ketapang ini khususnya kita kan ada masakan tradisional khusus itu ‘ketupat colet’, nah kami setelah berkumpul biasanya langsung menyantap ketupat bersama keluarga yang dimana makannya itu ga pakai sendok tapi pakai tangan ya, dengan daging sapi/ayam di cacah cacah dan ketupatnya langsung dicampur di gado gitu dan makannya pakai tangan langsung, makanya namanya ‘ketupat colet’,” jelasnya.
Menyikapi adanya perbedaan penetapan hari raya tahun ini, Ridwan menilai hal tersebut tidak menghambat kerukunan masyarakat di lapangan.
“Bedanya ya itu lebarannya beda, ada yang jumat ada yang sabtu hari ini, itu aja sih hehe. Harapannya ya sederhana aja ya semoga kita semua dalam keadaan sehat selalu, dan kalbar tercinta ini selalu aman dan damai, bisa rukun tentram saling menghormati dan memupuk toleransi ya, meskipun tahun ini lebaran berbeda antara pemerintah dan beberapa Ormas tapi ya kita tetap saling menghormati dan menjaga keamanan ketertiban kalbar tercinta ini,” pungkasnya.
Baca Juga: Ratusan Jemaah Padati Masjid An-Nur Polda Kalbar, Kapolda Pimpin Langsung Salat Idulfitri 1447 H
(Mira)
















