Faktakalbar.id, BERAU — Pelaksanaan ibadah Salat Idulfitri 1447 Hijriah menjadi momen yang paling dinantikan oleh umat Muslim, di mana sejumlah titik masjid dipadati masyarakat untuk menunaikan ibadah secara berjamaah.
Salah satu jemaah asal Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, M. Dhonan Sukirahmad, membagikan pengalamannya merayakan hari kemenangan di tanah rantau.
Dhonan, yang merupakan pekerja konservasi asal Kapuas Hulu dan saat ini berdomisili di Kalimantan Timur, memberikan keterangan melalui wawancara daring pada Sabtu (21/3/2026).
Ia mengungkapkan bahwa lebaran tahun ini menghadirkan suasana yang berbeda bagi dirinya.
Baca Juga: Meski Diguyur Hujan, Salat Idulfitri di Ketapang Berlangsung Khidmat dan Lancar
“Lebaran idul fitri di tahun ini ada rasa senang dan juga bercampur rindu. dimana saya tahun ini lebaran tidak di kampung halaman saya Kapuas Hulu Kalbar, melainkan di Berau Kaltim, rasa senang muncul karena suasana baru yang saya rasakan saat sholat eid di masjid raya Tanjung redeb berau sini, sekaligus pengalaman saya melihat hujan dan orang-orang yang belum kebagian tempat sholat, mereka menunaikan sholat hujan-hujanan diluar masjid, saya juga mendapat teman-teman baru sesama muslim yang merayakan hari idul fitri bersama,” ujar Dhonan.
Meski merasakan kegembiraan di tempat baru, ia tidak menampik adanya rasa rindu terhadap orang tua dan keluarga besar di kampung halaman.
“Namun juga terdapat rasa rindu dan sedih, karena lebaran idul fitri tahun ini saya tidak bersama keluarga tercinta terutama Ibu dan Ayah saya di sekarang berada di kampung, saya berharap mereka merayakan hari lebaran ini dengan suka cita dan rasa senang, karena bahagianya mereka juga kebahagiaan saya,” tambahnya.
Bagi Dhonan, esensi dari Eid Mubarak adalah tentang mempererat ikatan persaudaraan yang dilakukan setahun sekali.
















