Dihadiri Ribuan Jemaah, Salat Idulfitri 1447 H di Masjid Raya Mujahidin Pontianak Berlangsung Khidmat

"Ribuan jemaah padati Masjid Raya Mujahidin Pontianak untuk Salat Idulfitri 1447 H. Ketua Takmir Johni Hasan sebut persiapan keamanan optimal meski jumlah jemaah sedikit berkurang."
Ribuan jemaah padati Masjid Raya Mujahidin Pontianak untuk Salat Idulfitri 1447 H. Ketua Takmir Johni Hasan sebut persiapan keamanan optimal meski jumlah jemaah sedikit berkurang. (Dok. Mira/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK — Pelaksanaan ibadah Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Raya Mujahidin Pontianak berlangsung khidmat dengan dihadiri ribuan jemaah yang memadati area masjid hingga halaman luar.

Puncak rangkaian bulan suci Ramadan ini terpantau berjalan tertib dengan pengawalan dari berbagai instansi terkait, Sabtu (21/3).

Ketua Takmir Masjid Raya Mujahidin, Johni Hasan, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian ibadah mulai dari malam takbiran hingga pelaksanaan salat pada pagi hari telah dipersiapkan secara matang melalui koordinasi lintas sektoral.

“Kita sudah dapat melaksanakan rangkaian bulan suci Ramadan yang diakhiri dengan takbir tadi malam, bakda Isya sampai pukul 21.30 WIB. Jadi pada hari ini puncaknya kita melaksanakan Salat Idulfitri yang dihadiri biasanya kurang lebih 12 ribuan jemaah di halaman kita ini. Persiapan kita sudah beberapa kali pertemuan dengan pengurus yayasan, dengan instansi terkait di tingkat provinsi dan Kota Pontianak, terutama tentang keamanan pelaksanaan Salat Id ini, jadi beberapa hari lalu checking terakhir kita,” ujar Johni Hasan.

Baca Juga: Banjir Rendam Ratusan Rumah di Bima dan Magetan, BNPB Beri Peringatan Cuaca Ekstrem Saat Idulfitri

Kondisi cuaca yang cerah di Kota Pontianak turut mendukung antusiasme masyarakat untuk tetap bertahan di lokasi hingga rangkaian ibadah selesai sepenuhnya.

“Alhamdulillah pelaksanaan Salat Id pagi ini didukung dengan cuaca yang cerah sekali dan masyarakat cukup antusias. Walaupun ketika khatib berkhutbah satu dua orang beranjak dari tempat, tapi sebagian besar masyarakat masih tetap bertahan mengikuti sampai selesai khutbah,” tambahnya.

Terkait perbedaan jadwal penetapan Idulfitri antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) tahun ini, Johni mengakui adanya sedikit pengaruh terhadap jumlah kepadatan jemaah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.