Faktakalbar.id, PONTIANAK — Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Pontianak dan sekitarnya menjelang Idulfitri mulai memicu insiden di lapangan.
Selain memakan waktu berjam-jam, kondisi padatnya antrean kini menimbulkan kericuhan hingga adanya warga yang pingsan saat menunggu giliran.
Peristiwa ricuh terjadi di SPBU Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (20/3). Dua pengendara sepeda motor terlibat cekcok hingga berujung adu pukul akibat berebut masuk antrean.
Insiden tersebut sempat membuat situasi di lokasi menjadi kacau.
Baca Juga: Meluas Hingga Pontianak, Legislator PPP Desak Pemerintah dan Pertamina Segera Urai Antrean BBM
Petugas kepolisian yang turun ke lokasi langsung melakukan pengamanan dan memastikan situasi kembali kondusif.
Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, namun hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut terkait penyebab pasti keributan.
Di lokasi berbeda pada hari yang sama, antrean panjang juga terjadi di SPBU kawasan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara.
Seorang ibu dilaporkan pingsan saat mengantre BBM jenis Pertalite.
Warga di lokasi menyebut, ibu tersebut diduga kelelahan akibat antrean panjang, cuaca panas, serta kondisi berpuasa.
Padatnya antrean yang saling berdempetan sejak pagi hingga siang hari membuat suasana di lokasi terasa pengap.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memastikan ketersediaan BBM di wilayah Kalbar dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Ia mengimbau warga tidak panik meski terjadi antrean panjang di sejumlah daerah.
“Insyaallah stok BBM kita cukup. Antrean ini terjadi karena panic buying, jadi masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya.
Menurutnya, lonjakan antrean terjadi akibat meningkatnya pembelian secara bersamaan di berbagai daerah seperti Pontianak, Sambas, Mempawah, Bengkayang hingga Kubu Raya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah bersama Pertamina menyiapkan langkah percepatan distribusi BBM ke seluruh SPBU, terutama di wilayah dengan antrean panjang.
“Kita mulai supaya seluruh SPBU di Kalimantan Barat disuplai. Terutama daerah yang ada antrean panjang seperti Pontianak, Sambas, Mempawah dan Bengkayang. Supaya tidak terjadi penumpukan di satu tempat,” jelasnya.
Ia juga meminta SPBU yang sebelumnya tidak beroperasi agar segera kembali melayani masyarakat guna mengurangi kepadatan antrean.
Selain itu, pengisian stok di SPBU diminta dilakukan sebelum benar-benar habis. Hal ini untuk mencegah kekosongan yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.
















