Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda merasakan sensasi dada yang terasa berat atau sesak setelah begadang semalaman atau melewati hari yang sangat melelahkan? Kondisi ini sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat.
Meskipun sesak dada bisa menjadi indikasi masalah medis yang serius, pada banyak kasus, hal ini merupakan sinyal dari tubuh bahwa sistem internal Anda sedang mengalami tekanan hebat akibat kurang istirahat.
Saat tubuh dipaksa bekerja melampaui batasnya tanpa waktu pemulihan yang cukup, terjadi serangkaian reaksi kimia dan fisik yang memengaruhi fungsi pernapasan serta detak jantung.
Berikut adalah 4 alasan kenapa saat kelelahan dan kurang tidur dada terasa sesak:
Baca Juga: Bangun Subuh Efektif Meredam Amarah dan Stres
1. Peningkatan Hormon Stres (Cortisol)
Kurang tidur adalah bentuk stres fisik bagi tubuh.
Sebagai respons, otak akan memerintahkan kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon kortisol dan adrenalin secara berlebihan.
Peningkatan hormon ini memicu reaksi fight-or-flight, yang menyebabkan detak jantung meningkat dan otot-otot di sekitar dada menjadi tegang.
Ketegangan otot inilah yang sering kali menciptakan sensasi “tertekan” atau sesak pada area dada.
2. Gangguan Sistem Saraf Otonom
Sistem saraf otonom bertugas mengatur fungsi tubuh yang tidak kita sadari, seperti detak jantung dan pernapasan.
Saat Anda sangat kelelahan, keseimbangan antara saraf simpatik (yang memacu kerja tubuh) dan parasimpatik (yang menenangkan tubuh) menjadi terganggu.
Akibatnya, irama pernapasan menjadi lebih pendek dan cepat (shallow breathing), yang membuat Anda merasa seolah-olah tidak mendapatkan cukup oksigen atau napas terasa berat.
















