Faktakalbar.id, PONTIANAK — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, antrean panjang pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di hampir seluruh SPBU di Kota Pontianak.
Sejak Kamis malam (19/3) sekitar pukul 22.00 WIB, warga mulai memadati sejumlah titik pengisian, dengan antrean kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan mengular hingga sekitar 3 kilometer.
Warga bahkan rela menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan BBM.
Sejumlah warga mengaku fenomena ini dipicu oleh trust issue atau krisis kepercayaan terhadap pernyataan pemerintah di tengah kekhawatiran akan potensi kelangkaan BBM.
Baca Juga: Kasus Penimbunan BBM di Sungai Ambawang, Pelaku Timbun 8 Jeriken Sehari
Kondisi ini terjadi meskipun pemerintah dan Pertamina telah memastikan stok dalam keadaan aman. Selain itu, tidak beroperasinya banyak kios bensin atau “Pertamini” di berbagai sudut kota turut memperparah situasi.
Kori, salah satu warga yang ditemui usai mengisi BBM di sebuah SPBU, mengaku baru mendapatkan BBM setelah mengantre selama empat jam.
“Kurang lebih 4 jam antre. Mau tidak mau isi minyak karena besok Lebaran. Tadi isi 40 liter, full tank. Takut nanti BBM habis. Jujur saja, agak kurang percaya juga sama omongan pemerintah yang bilang stok cukup. Dulu Menteri Bahlil sempat dibilang stok cukup 21 hari, tapi 21 hari itu bukan waktu lama. Ditambah lagi kondisi perang Iran yang masih berlanjut. Daripada nanti mobil tidak bisa jalan, lebih baik ikut antre saja,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ita, pengendara sepeda motor yang biasanya membeli BBM di kios bensin dekat rumahnya.
“Biasanya saya tidak pernah isi di SPBU, selalu di kios bensin dekat rumah. Tapi sudah dua hari ini kios-kios tidak jual lagi. Jadi mau tidak mau harus antre di SPBU. Ini yang bikin khawatir, jangan-jangan memang BBM mau habis di Pontianak,” katanya.
Di sisi lain, tidak semua warga memilih untuk ikut antre. Sebagian memilih menunggu situasi kembali normal. Wisnu, warga Pontianak yang ditemui di sebuah kafe, mengaku lebih memilih menahan diri.
“Pemerintah, Wali Kota, sampai Pertamina sudah bilang stok aman. Jadi kenapa harus panik? Saya pilih tunggu saja sampai hari Lebaran, mudah-mudahan SPBU sudah tidak antre lagi. Daripada sengsara antre berjam-jam, lebih baik hemat dulu, kurangi jalan. Kita percaya saja sama pemerintah,” ujarnya.
Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono telah melakukan peninjauan langsung ke Terminal BBM Pertamina di Pontianak Utara.
Ia memastikan ketersediaan BBM dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Stok BBM tersedia dan cukup, jadi tidak perlu membeli secara berlebihan,” tegasnya usai peninjauan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Untuk mengurai antrean, pemerintah bersama pihak terkait berupaya mengawal distribusi BBM, terutama mobil tangki yang menyuplai ke SPBU. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran dan menormalkan kondisi di lapangan.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya Sujiwo menyoroti antrean panjang yang masih terjadi meski pasokan BBM telah ditambah hingga tiga sampai empat kali lipat oleh Pertamina.
















