Polisi Bongkar Modus Penyalahgunaan BBM Subsidi Pertalite di Sungai Ambawang, Pelaku Pakai 8 Barcode Pinjaman

Polsek Sungai Ambawang mengungkap kasus penyalahgunaan BBM subsidi Pertalite bermodus 8 barcode.
Polsek Sungai Ambawang mengungkap kasus penyalahgunaan BBM subsidi Pertalite bermodus 8 barcode. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Ambawang berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penyalahgunaan BBM subsidi Pertalite yang dilakukan secara sistematis oleh seorang terduga pelaku pada Kamis (19/3/2026).

Dalam melancarkan aksinya, pelaku menggunakan modus operandi baru dengan memanfaatkan banyak barcode aplikasi MyPertamina dan memindahkan bahan bakar di lokasi tersembunyi.

Baca Juga: Pakai Motor Tangki Modifikasi, Lima Pelaku Penimbunan BBM Subsidi di Pontianak Terancam Enam Tahun Penjara

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sungai Ambawang, Reyden Fidel Armada, menjelaskan kronologi dan metode yang digunakan oleh pelaku.

Menurut pihak kepolisian, pelaku menggunakan satu unit kendaraan roda empat jenis mobil pikap (pick up) Grand Max berwarna hitam.

Kendaraan niaga tersebut digunakan untuk mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat dengan kondisi tangki yang sebelumnya telah dikosongkan.

“Pelaku mengantre seperti biasa dan di lakuan secara berulang, namun setelah mengisi, BBM tidak langsung dibawa pulang. Dipindahkan ke jerigen di lokasi lain yang tidak jauh dari SPBU,” ungkapnya.

Untuk mengelabui pengawasan petugas SPBU dan aparat keamanan, proses pemindahan bahan bakar cair dari tangki mobil ke dalam wadah jerigen tersebut sama sekali tidak dilakukan di area SPBU.

Polisi menemukan fakta bahwa pelaku secara sengaja melakukan aktivitas pembongkaran muatan tersebut di tempat yang terpisah.

Pelaku bahkan teridentifikasi melakukan pemindahan BBM bersubsidi tersebut di sekitar area tempat pangkas rambut guna menghindari kecurigaan warga maupun petugas patroli.

Lebih lanjut, pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM subsidi Pertalite ini juga menyoroti modus eksploitasi sistem digitalisasi pembelian bahan bakar.

Dalam pemeriksaan lanjutan, aparat kepolisian menemukan bahwa pelaku menggunakan hingga delapan barcode yang berbeda-beda untuk memborong Pertalite dalam jumlah yang besar.