Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Jemaah Muhammadiyah di Kalimantan Barat melaksanakan ibadah Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang tersebar di sejumlah titik lokasi pada Jumat (20/3).
Salah satu jemaah yang hadir di Kabupaten Kubu Raya, Unggul Ali Sadewo, memberikan pandangannya terkait momen hari raya di tengah perbedaan penetapan waktu.
Unggul menekankan pentingnya menjaga ikatan persaudaraan sesama umat meskipun terdapat keberagaman dalam penentuan hari besar.
“Di hari yang penuh berkah ini, kita kembali dihadapkan pada perbedaan penetapan Hari Raya antara Muhammadiyah dan pemerintah. Namun sesungguhnya, perbedaan ini adalah bagian dari dinamika umat yang sudah lama ada, dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah. Justru di sinilah kita diuji untuk saling menghormati, saling memahami, dan tetap menjaga persatuan serta ukhuwah Islamiyah,” ujar Unggul.
Dalam lingkup keluarga besar, Unggul juga menceritakan pengalamannya sebagai satu-satunya anggota keluarga yang mengikuti Muhammadiyah, sehingga ia melaksanakan ibadah terlebih dahulu.
“Melaksanakan salat Ied dengan penuh rasa syukur. Meski demikian, untuk momen berkumpul bersama keluarga besar, hari ini saya belum bisa melakukannya. Hal ini karena saya menjadi satu-satunya di keluarga besar yang mengikuti Muhammadiyah, sehingga ada perbedaan dalam penetapan hari raya,” jelasnya.
Namun, ia menegaskan bahwa perbedaan waktu perayaan tersebut sama sekali tidak memengaruhi hubungan kasih sayang antaranggota keluarga.
















