Eksibisi Meriam Karbit 2026: Simbol Kebersamaan dan Penanda Idulfitri di Pontianak

Suasana penyulutan meriam karbit di tepian Sungai Kapuas Pontianak pada malam pembukaan eksibisi menyambut Idulfitri 1447 H. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Suasana penyulutan meriam karbit di tepian Sungai Kapuas Pontianak pada malam pembukaan eksibisi menyambut Idulfitri 1447 H. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Dentuman tujuh meriam karbit silih berganti disulut oleh para tamu undangan dalam pembukaan Eksibisi Meriam Karbit di tepian Sungai Kapuas, Gang Darsyad, Kelurahan Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kamis (19/03/2026) malam.

Baca Juga: PHBI Pontianak Bersihkan Lapangan Depan Kantor Wali Kota untuk Salat Idulfitri 1447 H

Suara menggelegar dari permainan rakyat legendaris ini memacu adrenalin penonton sekaligus menjadi penanda tradisi turun-temurun masyarakat Pontianak dalam menyambut hari kemenangan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut eksibisi tahun ini terasa istimewa meski terdapat perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriyah.

“Alhamdulillah, malam ini kita tetap melaksanakan pembukaan Eksibisi Meriam Karbit. Mudah-mudahan, seperti biasanya, dentuman meriam ini menjadi penanda berakhirnya Ramadan dan kita menyambut Idulfitri,” ujar Edi Rusdi Kamtono saat memberikan sambutan.

Edi menjelaskan bahwa meriam karbit bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya yang mengandung filosofi gotong royong dan silaturahmi.

Proses pembuatan dari kayu gelondongan hingga pembunyiannya melibatkan kerja kolektif masyarakat di tepian sungai.

“Di dalamnya ada nilai silaturahmi dan kebersamaan. Walaupun ada unsur persaingan antar kelompok, namun tetap dalam semangat kekerabatan,” jelasnya.

Pada tahun ini, tercatat sebanyak 229 meriam karbit dengan berbagai ukuran turut menyemarakkan kegiatan. Beberapa meriam bahkan memiliki diameter lebih dari 80 sentimeter.

Baca Juga: PHBI Pontianak Bersihkan Lapangan Depan Kantor Wali Kota untuk Salat Idulfitri 1447 H

Tradisi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 2016 ini terus diupayakan menjadi ikon wisata unggulan.