Antrean BBM Mengular di Pontianak, BEM SEKA Kalbar Desak Pemerintah Bertindak Nyata

"BEM SEKA Kalbar kritik keras pernyataan pemerintah soal stok BBM aman di tengah antrean panjang di Pontianak. Mahasiswa desak sidak mafia BBM dan pengawasan ketat."
BEM SEKA Kalbar kritik keras pernyataan pemerintah soal stok BBM aman di tengah antrean panjang di Pontianak. Mahasiswa desak sidak mafia BBM dan pengawasan ketat. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Pontianak mendapat sorotan tajam dari mahasiswa.

Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Kalimantan (BEM SEKA) wilayah Kalimantan Barat mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata guna mengurai krisis yang terjadi menjelang Idulfitri 1447 Hijriah ini.

Kondisi di lapangan menunjukkan warga harus mengantre berjam-jam, namun tak jarang harus pulang dengan tangan kosong lantaran stok di SPBU dinyatakan habis.

Kontras dengan realitas tersebut, pemerintah daerah dan PT Pertamina tetap mengeluarkan pernyataan bahwa stok BBM dalam kondisi aman.

Baca Juga: Wali Kota Pontianak Pastikan Stok BBM Aman dan Kawal Distribusi ke SPBU

Koordinator Wilayah BEM SEKA Kalimantan Barat, Meksi Kerol, menilai ada ketidaksinkronan antara laporan yang diterima pejabat dengan fakta yang dirasakan masyarakat di SPBU.

“Pernyataan stok aman itu omong kosong jika masyarakat masih antre berjam-jam dan tetap kehabisan BBM. Pemerintah harus turun langsung ke lapangan, jangan hanya menerima laporan,” tegas Meksi saat memberikan keterangan pada Jumat (20/3).

BEM SEKA Kalbar mengindikasikan adanya masalah serius dalam rantai distribusi.

Meksi juga menyoroti dugaan praktik penimbunan oleh oknum tak bertanggung jawab, termasuk modus penggunaan tangki modifikasi untuk menyedot BBM bersubsidi dalam jumlah besar di tengah situasi sulit.

Menanggapi hal ini, BEM SEKA Kalbar melayangkan tiga tuntutan utama kepada pemangku kebijakan:

  1. Mendesak pemerintah dan aparat melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk membongkar praktik mafia BBM.

  2. Memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi agar benar-benar tepat sasaran.

  3. Menempatkan personel keamanan di setiap SPBU guna mengawasi antrean dan mencegah adanya penyelewengan.

Krisis ini dinilai sebagai bentuk kurangnya empati pemerintah terhadap masyarakat yang tengah bersiap menyambut hari raya.

Mahasiswa memperingatkan agar pemerintah tidak lamban dalam menangani persoalan perut rakyat ini.