Tiga Hari Kosong, Polisi Kawal Antrean Pasca Kelangkaan BBM di Meliau

Antrean warga saat pendistribusian BBM di SPBU Kompak Meliau pasca terjadinya kekosongan stok selama tiga hari.
Antrean warga saat pendistribusian BBM di SPBU Kompak Meliau pasca terjadinya kekosongan stok selama tiga hari. (Dok. Ist)

“Pengamanan ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh BBM dengan aman dan tertib, serta mencegah potensi penyalahgunaan dalam pendistribusian. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti aturan saat mengantre,” ujar Iptu Supar di lokasi kegiatan.

Mengakhiri masa kelangkaan BBM di Meliau, pihak SPBU pada hari tersebut mendistribusikan pasokan baru berupa BBM jenis Pertalite sebanyak 5.000 liter. Bahan bakar tersebut dijual sesuai dengan harga resmi, yakni Rp10.000 per liter.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan bermotor mengular seiring dengan kembali tersedianya bahan bakar.

Beruntung, situasi tetap terkendali berkat pengaturan intensif dari petugas kepolisian yang terus memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar warga tidak saling serobot.

Baca Juga: Sidak SPBU di Sanggau, Wabup Minta Warga Tak Panik dan Berhenti Timbun BBM

Menjawab permasalahan kekosongan yang baru saja terjadi, Iptu Supar menegaskan bahwa kelancaran distribusi energi mutlak membutuhkan koordinasi aktif antara pihak kepolisian, pengelola SPBU, dan Pertamina.

“Sinergi ini menjadi kunci agar distribusi BBM berjalan lancar dan tidak menimbulkan keresahan. Kami akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Sebagai langkah mitigasi agar krisis ketersediaan energi tidak terulang, pihak pengelola SPBU Kompak Meliau dilaporkan telah mengambil pasokan langsung dari Depot Pertamina Pontianak.

Berdasarkan informasi dari pihak pengelola, SPBU juga telah melakukan pemesanan tambahan BBM dalam jumlah besar, yakni mencapai 20 ton.

Pemesanan strategis ini disiapkan secara khusus untuk memenuhi lonjakan konsumsi energi masyarakat hingga perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sehingga warga diminta untuk tidak lagi panik.

(*Red)