“Saya lebih memilih beli di kios walaupun sedikit lebih mahal, daripada harus antre berjam-jam di SPBU,” kata Iwan.
Situasi ini semakin terasa menjelang Hari Raya Idulfitri, ketika kebutuhan BBM meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat.
Tanpa distribusi yang merata, antrean panjang dinilai berpotensi terus terjadi dan memperburuk kondisi di lapangan.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, kebijakan distribusi BBM juga diharapkan lebih berpihak kepada masyarakat, termasuk mempertimbangkan keberadaan pengecer sebagai alternatif akses energi di tingkat akar rumput.
Pengaturan yang bijak terhadap pembelian BBM di SPBU dinilai penting agar tidak justru menimbulkan dampak lanjutan berupa kesulitan bagi masyarakat kecil yang bergantung pada ketersediaan BBM untuk bekerja dan beraktivitas sehari-hari.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kelangkaan maupun langkah penanganan untuk mengurai antrean panjang di SPBU di wilayah Sanggau.
Baca Juga: Sidak SPBU di Sanggau, Wabup Minta Warga Tak Panik dan Berhenti Timbun BBM
(Arya)
















