Lestarikan Warisan Budaya, Eksibisi Meriam Karbit Kembali Berdentum di Tepian Kapuas Pontianak

"Eksibisi meriam karbit kembali memeriahkan tepian Sungai Kapuas Pontianak pada Kamis (19/3). Simak filosofi gotong royong di balik warisan budaya tak benda ini."
Eksibisi meriam karbit kembali memeriahkan tepian Sungai Kapuas Pontianak pada Kamis (19/3). Simak filosofi gotong royong di balik warisan budaya tak benda ini. (Dok. Mira/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Eksibisi meriam karbit kembali memeriahkan kawasan pinggiran Sungai Kapuas, tepatnya di Jalan Adisucipto, Gang Darsyad, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (19/3/2026).

Tradisi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 2016 ini menampilkan ratusan meriam dengan berbagai ukuran.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menekankan bahwa permainan ini memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat bagi masyarakat setempat, terutama dalam hal kebersamaan.

Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah partisipasi warga dalam menyiapkan meriam-meriam tersebut.

Baca Juga: Wali Kota Pastikan Kelancaran Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Pontianak

“Tahun ini ada 229 meriam yang ukurannya bervariasi dan ini bagian dari budaya kota Pontianak masuk dalam warisan budaya ga benda yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2016. Filosofi permainan meriam karbit ini sejak zaman dahulu adalah gotong royong masyarakat membangun, menyimpan memelihara agar bisa dihidupkan kembali,” ujar Edi saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Keunikan dentuman meriam karbit kini telah menjadi identitas atau branding bagi Kota Pontianak.

Daya tarik budaya ini tidak hanya menyedot perhatian warga lokal dan pemudik, tetapi juga wisatawan dari luar daerah yang sengaja datang untuk menyaksikan langsung tradisi khas sungai tersebut.

“Ya tentunya ini sudah menjadi branding kota Pontianak. Dan banyak wisatawan terutama yang mudik ya kota Pontianak. Bahkan dari luar juga ingin menyaksikan permainan meriam karbit,” jelasnya.

Pemerintah Kota Pontianak berencana untuk terus mengembangkan potensi budaya ini agar lebih inovatif.

Kedepannya, eksibisi ini akan diarahkan menjadi festival yang lebih besar dengan menonjolkan sisi estetika, kualitas suara, hingga keterlibatan sektor pendukung lainnya seperti kuliner.