BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kalbar Hari Ini, Ingatkan Ancaman Angin Kencang Berdurasi Singkat

Infografik resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi hujan harian di wilayah Provinsi Kalimantan Barat
Infografik resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi hujan harian di wilayah Provinsi Kalimantan Barat. (Dok. BMKG Kalbar)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi telah merilis laporan prakiraan cuaca Kalbar hari ini, yakni pada Kamis (19/3/2026).

Berdasarkan data pemantauan cuaca mutakhir, hampir seluruh wilayah di Provinsi Kalimantan Barat diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga sedang, yang umumnya terkonsentrasi pada rentang waktu siang hingga malam hari.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat 15 Maret: Waspada Hujan, Angin Kencang, dan Karhutla

Merujuk pada data spesifik dalam infografik Potensi Hujan Harian yang diterbitkan oleh BMKG, sebaran curah hujan di wilayah Kalimantan Barat memiliki tingkat intensitas yang berbeda di tiap kabupaten dan kota.

Terdapat empat wilayah yang diprakirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang pada hari ini. Wilayah yang masuk dalam kategori hujan sedang tersebut meliputi Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Melawi, serta Kabupaten Sintang.

Sementara itu, untuk daerah lainnya di Kalimantan Barat, BMKG memprakirakan akan terjadi hujan dengan intensitas ringan.

Daerah-daerah yang masuk dalam cakupan hujan ringan pada Kamis ini antara lain wilayah ibu kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Landak, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau, dan Kabupaten Sekadau.

Menyikapi prakiraan cuaca Kalbar hari ini, otoritas cuaca negara mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berskala lokal. Masyarakat secara khusus diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap datangnya hujan yang berpotensi kuat disertai dengan sambaran petir atau kilat.

Selain itu, fenomena cuaca ini dinilai rawan memicu terjadinya embusan angin kencang berdurasi singkat yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, serta mengancam infrastruktur dan pepohonan di kawasan permukiman maupun fasilitas umum.

Di sisi lain, meskipun potensi presipitasi hujan diprediksi merata di sejumlah daerah, ancaman krisis lingkungan rupanya belum sepenuhnya hilang. BMKG secara bersamaan turut mengeluarkan status waspada terhadap potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa titik wilayah.