Puluhan Pohon Tumbang, BPBD Tangani Dampak Angin Kencang di Sidoarjo

Petugas BPBD Sidoarjo saat melakukan proses evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang akibat terjangan cuaca ekstrem.
Petugas BPBD Sidoarjo saat melakukan proses evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang akibat terjangan cuaca ekstrem. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Renggut 2 Nyawa di Pemalang hingga Banjir Semarang, Ini Laporan Bencana BNPB

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Koordinator Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) BNPB hingga Selasa (17/3/2026) pukul 07.00 WIB, peristiwa angin kencang di Sidoarjo ini merupakan salah satu dari rentetan bencana hidrometeorologi yang kini mendominasi di tanah air.

Terjangan angin kencang tersebut secara spesifik menyasar permukiman penduduk di wilayah Kecamatan Sedati, Kecamatan Tulangan, Kecamatan Tarik, dan Kecamatan Waru.

Hasil kaji cepat yang dilakukan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo mengonfirmasi adanya dampak kerusakan fisik di lapangan.

Angin kencang dilaporkan memicu kerusakan dengan kategori ringan pada sejumlah atap rumah masyarakat setempat.

Selain itu, kecepatan angin yang tinggi juga menyebabkan pohon tumbang di lima titik lokasi yang berbeda hingga sempat mengganggu aktivitas warga.

Guna merespons dampak angin kencang di Sidoarjo tersebut, BPBD Kabupaten Sidoarjo telah mengerahkan tim reaksi cepat ke berbagai lokasi kejadian. Fokus utama penanganan saat ini adalah melakukan evakuasi serta pembersihan material pohon tumbang di lima titik terdampak agar akses mobilitas masyarakat dapat segera kembali normal.

Menyikapi insiden di Jawa Timur dan potensi bahaya hidrometeorologi yang cukup tinggi di sejumlah wilayah Indonesia lainnya, BNPB secara resmi mengeluarkan imbauan kepada pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan atau eskalasi cuaca yang memburuk, warga diminta untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan mulai dari tingkat keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

BNPB secara khusus juga mengimbau masyarakat yang sedang beraktivitas di luar ruangan pada saat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang agar segera mencari tempat berlindung yang aman. Warga dilarang keras berteduh di bawah pohon-pohon besar maupun infrastruktur rapuh yang berpotensi tumbang dan membahayakan keselamatan jiwa.

Lebih lanjut, BNPB menaruh harapan besar agar masyarakat dapat melakukan aksi dini dalam merespons setiap peringatan dini bahaya hidrometeorologi. Di samping memperkuat upaya kesiapsiagaan di tingkat keluarga, optimalisasi jejaring komunikasi di tingkat akar rumput dinilai sangat krusial.

Pemanfaatan grup percakapan seperti WhatsApp hingga penggunaan perangkat komunikasi radio genggam (handheld transceiver) yang dikelola oleh BPBD bersama aparat kecamatan dan desa, dinilai menjadi salah satu mekanisme paling efektif dan cepat untuk penyampaian peringatan dini bahaya kepada warga luas.

(*Red)