Masuk Napi Keluar Santri, Pesantren Ramadan di Lapas Pontianak Resmi Ditutup

Kalapas resmi menutup program Pesantren Ramadan di Lapas Pontianak pada Selasa (17/3/2026). Warga binaan diharapkan keluar menjadi santri yang beriman.
Kalapas resmi menutup program Pesantren Ramadan di Lapas Pontianak pada Selasa (17/3/2026). Warga binaan diharapkan keluar menjadi santri yang beriman. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Baca Juga: Kolaborasi Romansa Ramadhan, Gaia Bumi Raya City Hadirkan 5 Hari Berbagi Bersama Santri Dhuafa

Lebih lanjut, Ridha menggemakan motto yang menjadi semangat utama dalam program pembinaan kerohanian ini, yakni “masuk sebagai napi, keluar sebagai santri”. Kalimat ini diusung sebagai harapan agar seluruh warga binaan mampu mengalami perubahan perilaku ke arah yang lebih positif melalui pembinaan keagamaan yang telah mereka ikuti.

“Jadikan apa yang telah didapat selama mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan ini sebagai pegangan hidup sehingga mampu memberikan dampak positif serta meningkatkan keimanan guna menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang,” ujarnya.

Acara penutupan yang dimulai sejak pukul 17.00 WIB ini diakhiri dengan penyampaian kultum menjelang magrib, dilanjutkan dengan doa dan berbuka puasa bersama.

Sebagai bentuk apresiasi, pihak Lapas Pontianak juga memberikan sertifikat penghargaan kepada para narasumber yang telah memberikan materi selama program berlangsung.

Penghargaan khusus juga diserahkan kepada tiga peserta terbaik dari kalangan warga binaan yang dinilai paling berprestasi dan aktif.

(*Red)