“Sebelum keberangkatan, seluruh armada bus yang digunakan tentu telah melalui proses pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check. Lalu juga telah dilakukan pemeriksaan oleh satuan pembina operasional guna memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan dan memenuhi standar keselamatan transportasi,” pungkas Hermanus.
Program yang pendaftarannya telah dibuka sejak 11 hingga 15 Maret lalu ini menyasar 12 kabupaten/kota di Kalimantan Barat, memberikan alternatif perjalanan mudik yang lebih terorganisir dan aman bagi masyarakat di Bumi Khatulistiwa.
Baca Juga: Tim Gegana Brimob Lakukan Sterilisasi Bus Mudik Gratis Khatulistiwa 2026 di Pontianak
(Mira)
















