Karhutla hingga Tanah Longsor, BNPB Laporkan Rentetan Bencana di Sejumlah Daerah

Penanganan darurat dan penyerahan bantuan bagi warga terdampak angin kencang akibat fenomena cuaca ekstrem di Desa Karangreja, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/3). (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Penanganan darurat dan penyerahan bantuan bagi warga terdampak angin kencang akibat fenomena cuaca ekstrem di Desa Karangreja, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/3). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Baca Juga: Kemarau Datang Lebih Awal pada April 2026, BNPB Ingatkan Warga Waspada Cuaca Pancaroba

Bencana yang lebih berat dilaporkan terjadi di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Hujan dengan intensitas tinggi memicu pergerakan tanah di Desa Long Berang, Kecamatan Mentarang Hulu, pada Senin (16/3/2026) malam. BNPB mencatat enam rumah warga mengalami rusak berat dan akses jalan desa tertutup total.

“Kondisi terkini, akses jalan desa tertutup total sehingga membutuhkan alat berat untuk proses pemulihan akses. BPBD Kabupaten Malinau telah melakukan asesmen di lapangan dan mencatat kebutuhan mendesak warga berupa distribusi logistik permakanan,” tulis laporan resmi BNPB, Rabu (18/3/2026).

Menyikapi berbagai peristiwa bencana hidrometeorologi di daerah tersebut, BNPB memprakirakan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang masih akan berlangsung hingga 20 Maret 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia.

Masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana diimbau untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan rutin memantau peta risiko melalui aplikasi InaRISK guna mengantisipasi ancaman banjir maupun tanah longsor yang dapat terjadi secara mendadak.

(*Red)